TINJAUAN PENGALAMAN PETUGAS DALAM PENGELOLAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS SIPATANA

  • Putri Prestesya Lamasay Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Stikes Bakti Nusantara Gorontalo
  • Rismunandar Katili Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Stikes Bakti Nusantara Gorontalo
  • Merlin Abd Rahman Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Stikes Bakti Nusantara Gorontalo
Keywords: Efisiensi, Kualitas Layanan, Pengalaman Petugas, Puskesmas Sipatana, Rekam Medis Elektronik

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, salah satunya melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penyelenggaraan RME di Puskesmas Sipatana serta menganalisis manfaat, kendala, dan kesiapan fasilitas dalam mendukung implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan yang terdiri dari kepala puskesmas, penanggung jawab program, dan petugas rekam medis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di Puskesmas Sipatana memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi pencatatan, mempercepat akses informasi pasien, dan mendukung proses pelaporan. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, jaringan internet yang tidak stabil, serta keterbatasan sarana prasarana. Dari aspek kesiapan, sebagian besar petugas sudah memahami penggunaan sistem meskipun masih membutuhkan pelatihan lanjutan. Kesimpulannya, implementasi RME di Puskesmas Sipatana sudah berjalan cukup baik dan berpotensi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek infrastruktur, kompetensi petugas, serta dukungan kebijakan berkelanjutan.

References

[1] Prasetia A, Beddu E, Buwana IGAAW, Rochmawati T, Paratama V. Metode systematic literature review pengaruh rekam medis elektronik terhadap mutu pelayanan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2024;5(3):7130–7131. doi:10.31004/jkt.v5i3.30627.
[1] Tiorentap DRA. Manfaat penerapan rekam medis elektronik di negara berkembang: systematic literature review. Health Information Management Journal. 2020;8(2). doi:10.47007/inohim.v8i2.218.
[2] Ikawati FR. Efektivitas penggunaan rekam medis elektronik terhadap peningkatan kualitas pelayanan pasien di rumah sakit. Journal of Multidisciplinary Research and Development. 2024;6(3). doi:10.38035/rrj.v6i3.819.
[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kemenkes RI; 2022. p. 356–63. https://peraturan.bpk.go.id/
[4] Nurfitria B, Rania F, Rahmadiani NW. Literature review: implementasi rekam medis elektronik di institusi pelayanan kesehatan di Indonesia. ResearchGate. 2022;1–16. doi:10.30994/ijner.v5i1.287.
[5] Ariani S. Analisis keberhasilan implementasi rekam medis elektronik dalam meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan. Jurnal Kesehatan dan Kedokteran. 2023;2(2):7–14. doi:10.56127/jukeke.v2i2.720.
[6] Mulyana M, Situmorang M, Fatikasari S. Evaluasi sistem informasi (electronic medical record) dengan metode HOT-FIT terhadap mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit X tahun 2023. Universitas Dharmawangsa. 2023;17. doi:10.46576/wdw.v17i4.3809.
[7] Rusdiana A, Yogaswara D, Annashr NN. Analisis implementasi rekam medis elektronik berdasarkan faktor Human, Organization and Technology-Benefit (HOT-FIT). Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia. 2024;20(2):108–26. http://repositori.unsil.ac.id/12288.
[8] Data primer penelitian. Profil Puskesmas Sipatana. 2023.
[9] Lutfiana A, Lestari IS, Annisa K, Sarah, Puspita R, Rasyid Y. Strategi pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Cilandak dalam meningkatkan akreditasi ke tingkat paripurna. Jurnal Administrasi Publik. 2023;1(1):1–14. doi:10.24853/penta.1.1.1-14.
[10] Kurnia W, Ni Wayan W, Apriyanti F. Tinjauan pengetahuan petugas rekam medis dalam peralihan rekam medis manual ke rekam medis elektronik di Puskesmas Kabupaten Tapin. Jurnal Kesehatan Indonesia. 2024;2:113–17. doi:10.33657/jurkessia.v14i2.967.
[11] Citriadin Y. Metode penelitian kualitatif (suatu pendekatan dasar). Sanabil Creative; 2020. http://www.academia.edux.
[12] Heryana A. Informan dan pemilihan informan dalam penelitian kualitatif. Universitas Esa Unggul; 2020:1– 14. http://repositori.unsil.ac.id/12288/.
[13] Rahman JH. Jenis data penelitian. Universitas Diponegoro; 2021:193. doi:10.37160/mijournal.v20i2.638.
[14] Kusumah RM. Analisa perbandingan antara rekam medis elektronik dan manual. COMSERVA Indonesian Journal of Community Services and Development. 2022;1(9):595–604. doi:10.59141/comserva.v1i9.67.
[15] Salim AS, Munzir, Rahmat Z. Peran guru pendidikan jasmani terhadap pembelajaran kepramukaan di SMAN 1 Baitussalam Aceh Besar. Jurnal Mahasiswa. 2020;3(1):4–5. doi:10.31004/jpdk.v4i4.5462.
[16] Prisusanti RD, et al. Penyelenggaraan migrasi data rekam medis elektronik pada era digitalisasi dalam mendukung kesiapan retensi di RSUD Srengat. Innovative. 2024;4:306–14. doi:10.31004/innovative.v4i5.13864.
[17] Firdaus R, Khaerani S, Wijaya N. Transformasi digital sistem informasi kesehatan menuju kesehatan yang terkoneksi dan berpusat pada. Economics and Digital Business Review. 2025;6(2):1045–55. doi:10.1007/s40685-020-00125-x.
[18] Wicaksono SR. Teori dasar Technology Acceptance Model. 2022. doi:10.5281/zenodo.7754254.
[19] Handayani I, Marsudarinah, Marwanto E. Evaluasi penerapan sistem informasi rekam medik elektronik menggunakan metode HOT-FIT di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional. 2023;2964-674X:78. doi:10.47701/sikenas.vi.2880.
Published
2026-09-24
Section
Articles